BAB I
1.1 Nama Usaha Jasa
Usaha yang akan kami kembangkan adalah usaha catering. Usaha catering ini kami beri nama “Amirah Catering Malang”. Dengan hadirnya Amirah Catering Malang ini, kami memberikan pelayanan jasa catering untuk memudahkan masyarakat yang ingin memesan apapun kebutuhan terkait dengan jasa catering, seperti layanan jasa catering harian nasi box/kotak, catering rantangan untuk dikirim ke rumah, kost, apartemen, dan gedung perkantoran. Selain itu kami juga menyediakan jasa catering untuk pesta, hajatan, syukuran, dan pernikahan. Amirah Catering Malang ini tidak hanya memberikan layanan jasa catering untuk pelanggan, tetapi juga memberikan layanan berupa gratis biaya pengiriman.
1.2 Klasifikasi Jasa
1.2.1 Produk Fisik dengan Jasa Pendukung
Pada kategori ini penawaran terdiri atas suatu produk fisik yang disertai dengan satu atau beberapa jasa untuk meningkatkan daya tarik pada konsumennya. Misalnya, produsen mobil harus memberikan penawaran yang jauh lebih banyak daripada hanya sekedar mobil saja, yaitu bisa meliputi jasa pengantaran, reparasi, pemasangan suku cadang, dan sebagainya. Dalam kategori ini, jasa dapat didefinisikan sebagai kegiatan yang dilakukan perusahaan kepada pelanggan yang telah membeli produknya. Semakin cnaggih teknologi suatu produk generic maka penjualannya semakin tergantung pada kualitas dan ketersediaan layanan pelanggan yang menyertainya, seperti ruang pajangan, fasilitas pengantaran, bantuan aplikasi, pelatihan opertaor, konsultasi instalasi dan pemenuhan garansi.
1.2.2 Hybrid
Penawaran terdiri dari barang dan jasa yang sama besar porsinya. Contohnya, restoran, warung makan, warnet, dan sebagainya.
Jasa Utama yang Didukung dengan Barang Minor
Penawaran terdiri atas suatu jasa pokok bersama-sama dengan jasa tambahan (pelengkap) dan/atau barang-barang pendukung. Contohnya, penumpang pesawat yang membeli jasa transportasi. Selama menempuh perjalanan menuju tempat tujuannya, ada beberapa unsur produk fisik yang terlibat, seperti makanan dan minuman, majalah atau surat kabar yang disediakan, dan lain-lain. Jasa seperti ini memerlukan barang bersifat capital intensif untuk realisasinya, tetapi penawaran utamanya adalah jasa.
1.2.3 Jasa Murni
Penawaran hampir seluruhnya berupa jasa, misalnya fisioterapi, konsultasi psikologi, pemijatan, dan lain-lain.
Berdasakan klasifikasi di atas, usaha yang kami pilih adalah termasuk jenis klasifikasi Hybrid, yaitu penawaran terdiri dari barang dan jasa yang sama besar porsinya. Dengan menyediakan layanan jasa pembuatan nasi box/kotak maupun nasi rantangan untuk dikirim ke rumah, kost, ataupun pesta dan hajatan sesuai dengan pesanan pelanggan.
1.3 Karakteristik Jasa
Produk jasa memiliki karakteristik yang berbeda dengan barang, karakteristiknya sebagai berikut :
1.3.1 Intangibility (Tidak Berwujud)
Jasa tidak dapat dilihat atau dicium sebelum jasa itu dibeli. Nilai penting dari hal ini adalah nilai tidak berwujud yang dialami konsumen dalam bentuk kenikmatan, kepuasan, atau rasa aman.
1.3.2 Inseparability
Umumnya pada aktivitas jasa proses produksi dan konsumsi terjadi secara bersamaan, dalam arti konsumen terlibat dalam produksi implikasinya kontak dan interaksi menjadi sangat penting.
1.3.3 Heterogenity
Standarisasi sulit dilakukan karena sanagat tergantung kepada sumberdaya manusia yang terlibat, sehingga kualitas sulit dikendalikan. Masalah yang berkaitan dengan karakteristik heterogenity, adalah sangat sulit melakukan standarisasi dan pengendalian kualitas jasa.
1.3.4 Perishability
Jasa tidak mengenal persediaan atau penyimpanan dari produk yang telah dihasilkan.
1.3.5 Lack of Ownership
Pelanggan tidak memiliki jasa pada pembelian jasa pelanggan hanya memiliki akses personal atau suatu jasa untuk jangka waktu yang terbatas.
Berdasarkan karakteristik jasa diatas, maka usaha yang kami pilih termasuk dalam jenis karakteristik inseparability, umumnya pada aktivitas jasa proses produksi dan konsumsi terjadi secara bersamaan, dalam arti konsumen terlibat dalam produksi implikasinya kontak dan interaksi menjadi sangat penting.
Masalah yang berkaitan dengan inseparability :
- Konsumen terlibat dalam aktivitas produksi jasa.
- Kegiatan pemasaran dan produksi sangat interakif.
- Strategi mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh karakteristik inseparability :
- Melatih staf agar dapat berinteraksi secara efektif dengan para klien. Termasuk didalamnya cara mendengarkan pelanggan, sikap empati dan berperilaku sopan.
- Mengupayakan berbagai cara untuk mencegah jangan sampai ada pelanggan lain. - ---- Misalnya memisahkan perokok dan bukan perokok di restoran.
- Menggunakan berbagai macam lokasi jasa (multi-set locations), artinya jasa tidak berpusat pada satu tempat saja sehingga mudah diakses dan relatif murah didatangi pelanggan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar